Tanda Tanya Kemana Santara
Terus terang saya malu duduk sekumpul bersama mereka. Mudah saja saya menunjuk diri adl org bodoh yg barangkali tak layak membincang bisnis. Saya merasa amat kecil. Embrio atom mungkin.
Millionaire Minsdset booth camp telah jembatani perkenalan. Saya terhubung akhir april tahun ini. Sebuah pelatihan hipnosis yg efeknya langsung berasa. Bukan acara sia-sia.
Singkat cerita, kami berempat terceletuk membahas Santara. Bursa Digital UKM. Sebuah cita2 mulia mengkoordinir piramid tingkat bawah. Bottom Economics. Halah. Sotoy saya. Hahaaha.
Sebagai intuiting introvert, saya cukup mengerti rimapikir Bossman membangun sistem fintech berbasis blockchain sebagai lnovasi teknologi yg disinyalir akan menjadi tren di masa depan. Saya sendiri pun telah merasakan sedikit lebih hemat dan praktis menggunakan cara2 digital dlm bertransaksi, kendati masih berstatus Sapi Perah. 😅
Nah yang menjadi refleksi khususnya buat Santara - saya menyampaikan ini karena saya percaya dan kadung mengidolai Bossman, dan semoga bermanfaat bagi perbaikan maupun perkembangan ekonomi bangsa, tanpa kecuali dlm hal peningkatan trust terhadap perusahaan.
Dalam komunitas kecil ini, ternyata beberapa teman masih belum "tune in", ngeh, mengenai core bisnis, prospek. Mencuat juga pandangan margin yg sangat tipis. Saya rasa orang2 "fisik" membutuhkan penjelasan lebih spesifik. Paling tidak membuat huruf O melingkar di mulut mereka. Hingga akhirnya bisa asik berjuang bersama.
Tentang kemana arah mataangin Santara tertuju, beberapa sahabat tadi perlu mendengar lebih banyak, mereka terus mempelajari, mengetahui lebih jauh. Saya melihat aroma2 penasaran. Mengganjal. Satu diantaranya sepintas memiliki pandangan fikih yg cukup ketat. Ini tampaknya bisa diselesaikan di Ijtima' perkopian jilid 2. Sluuurrrpphh Ahhhh.... 😁
Maju Terus Santara, Suksesjaya UMKM Indonesia.

0 Comments:
Post a Comment