-->

Monday, October 15, 2018

Saya Memilih Berwirausaha Saat ini, Bukan Hal Aneh dan Bukan Kebetulan
Danyip - Era 90-an, tren Kemapanan menjadi pegawai negeri merasuk ke pelupuk tulang kami. Umumnya kami saat masih kecil ditanya, mau jadi apa kalau sudah besar nanti? Dokter, TNI, Polisi, Guru, Pilot, bahkan ada yang bercita-cita jadi astronot.

Sedikit sekali-bahkan hampir tidak ada-malaikat imut jaman old itu menjawab lugas, bahwa ia memimpikan untuk jadi Pengusaha besar, dengan puluhan atau ribuan karyawan. Setidaknya di lingkungan saya. Dari keluarga dekat, kerabat, tetangga, orientasi yang ditanam ke anak-anak mereka tak jauh-jauh dari pikiran itu.

Bagaimana dengan saya? tak lebih tak kurang. Profesi kedua orangtua sebagai Pegawai Negeri Sipil (sekarang ASN), pukulan doktrin sebentuk telah membuat saya 'menderita' hingga menjejak usia tumbuh.

Padahal, sejak saya kecil, memori yang paling diingat ketika umur 5 tahun ke-atas, permainan yang paling saya gemari adalah berdagang. Misalnya membuka lapak, membuat undi-undian dari kertas. Melakukan jual-beli. Berdialog sendiri. Berlakon sebagai penjual dan pembeli. Asyik tenggelam.

Selang beberapa tahun, entah kebetulan atau tidak, saya terpaksa berpisah dengan orangtua dan tinggal bersama nenek beserta anak-anaknya yang masih muda. Salah satu dari anak nenek, alias paman saya adalah pengusaha wartel yang cukup suksses kala itu. Saya pun diminta jadi 'karyawan' wartel dan menjaganya seharian penuh. Tak ada gaji bulanan, hanya uang jajan, biaya saya mengaji al-Qur'an (TPA). Singkat kata, saya 'dipelihara' oleh beliau.

Hidup jauh dari orangtua membuat saya terbiasa berlaku mandiri. Tak heran watak keras kepala tumbuh menjalar tanpa diduga. Berjuang mencari uang sepanjang hari. Kerapkali hingga mentari menerik, tanpa jeda. Meski ayah dan ibu saya berstatus pegawai negeri sipil dengan pendapatan tetap, namun sekelumit permasalahan ekonomi membuat semua berjalan diluar dugaan. Mendetail tak dapat saya ceritakan oleh sebab suatu hal.

Tak disadari sebelumnya, perilaku dagang hadir. Mungkin karena pengulangan-pengulangan kebiasaan di masa lampau. Jadilah, tepat usia 18 tahun, saya memulai berwirausaha secara RIIL.

Memasuki semester tanggung, alhamdulillah saya diterima di salah satu perusahan televisi swasta. Tak membuang kesempatan, momen tersebut saya manfaatan untuk belajar berbisnis dari berbagai pengusaha, aneka jenis bidang usaha, lengkap dengan karakternya. Di sela waktu kerja, perlahan saya mencoba merayapi dunia jejaring. Di pengelaman maya, saya mulai menjual memori card, kaos, kemeja, penerbitan buku, sampai jasa pembuatan website dan videografi.

Atas izin Allah, ketika resign saya mempunyai bekal yang cukup untuk bertahan hidup. Hingga saat ini unit usaha yang berhasil saya bangun diantaranya: halopontianak.net, Wing Chun Fist Club Indonesia, Penerbit Nusa Pedia, ElMabda EMedia, Sambas Raya, dan Pondok Iklan.

Well, Saya berada disini, memilih berwirausaha bukanlah suatu hal yang aneh atau kebetulan semata. Jalan juang ini dipilih secara natural-dengan hadapan benturan-benturan pemikiran- kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah sikap.

Berawal informasi mewah dari sahabat, Pengusaha Property Muda Febry Jhonatan, untuk mempertegas langkah ini, saya menghadirkan SEMANGAT mengikuti MMBC-dengan harapan insyaAllah berjumpa bertatap, merasakan langsung energi pengusaha multi milyar, Pak Mardigu WP.

-------------
Telah lebih dari 1100 alumni bergabung dalam MMBC – Milionaire Mindset Boot Camp ada ada ratusan yang telah mendapatkan manfaat langsung, menjadi MILYUNER!!

Sabahat bisa membuktikannya dengan bertemu mereka langsung. Kapan bertemunya?

Ini informasi awal sekali, kita berencana akan mengadakan reunion, namanya BOOTCAMP REUNION 2018. Rencananya di bulan September atau oktober 2018.

Ada 2 lokasi yang menjadi incaran kita, yang pertama di ubud bali atau yang kedua di cruise kapal pesiar Singapura, Penang Malaysia, Phuket Thailand, 4 hari di cruise kapal pesiar.

Satu hal yang sedang kami siapkan, bersama kita akan hadir 2 billionaire Indonesia di sana. Ingin berhari-hari dengan mereka para alumni dan bilonaire? Ingin menyedot vibrasi mereka? Atau siapa tahu bisa bermitra dengan mereka, mengapa tidak?

Syaratnya hanya satu,acara ini hanya untuk alumni MMBC atau Alumni SKBC.

Untuk itu, bersama informasi di atas izinkan kami mengundang sahabat semua untuk mengikuti MMBC VII di Yogyakarta pada tanggal 27.28.29 april 2018. Hari ini terakhir pendataan waiting list. Langsung isi saja formnya s.id/formulirmmbcjogja

Sampai jumpa di Yogyakarta.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 Comments:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
DANYPUTRA IP
+62821-5863-2212
Yogyakarta, Indonesia