#ftm [Kegagalan Perasaan]
Berganti hari dalam angka-angka. Cuaca hari masih berpendar sama. Kelabu. Aku meneteskan airmata, jatuh satu-satu, nyaris merusak keybord yang melekat dalam laptop tersayang. Laptop pemberian yang alhamdulillah telah menghasilkan beberapa karya.
Back to #ftm. Mulanya aku hanya mengamatimu dalam diam, dalam lamunan, dalam berpercik do'a diantara dua sujud. Aku diliputi rasa takut, cemas tingkat ekskrim bersebab pengalaman burukku di masalalu kala menjalani kelindan cinta, yang memiliki kemiripan redaksi.
Menyakitkan. Memalukan diri. Sudah semua kulakukan, walau kau tahu sendiri karakterku tak seperti itu. Aku pria pemalu, dan ini sikap mengkhawatirkan. Aku tak lihai menari-narikan kata seperti Tere Liye. Jauh. Namun izinkan aku sedikit saja menderma bahasa yang sedikit lebih lentur, diantara narasi-narasi 'kaku' yang terbuat.
Let's open minded. Come on. Aku telah menaruh kelebihan padamu, kawan. Terpaksa kembali ku menyebutmu begitu. Mustahil aku yang ceroboh ini memanggilmu lebih dari itu. Mustahil. Ini satu dari kesekian bentuk kegagalan perasaan.
Derasan waktu kian meng-ambigu. Dirimu semakin dulit dimengerti. Aku semakin buta. Buta oleh perlakuanmu terhadapku. Wajar saja #ftm alias kamu, tak pernah berhenti bergulir dan entah sampai kapan berakhir. Sebuah hastag yang telah membuat luka si manusia rapuh.
Aku pernah. Aku pernah ditinggal dalam keadaan super mengecewakan. Trauma iya. Dihadapi harus. Tersebab aku sangat jarang menghubunginya, diam-kaku, terlampau kuat menggerahami malu. Padahal tidak mungkin rasanya, seorang dara mengungkap perasaannya terlebih dahulu. Maka itu aku memutuskan menguatkan aksi nyata.
Tahu apa yang kudapat? kehampaan, tertipu oleh peluru cinta yang melesak. Rasamu palsu, #ftm!. Kamu tak terlihat apa adanya. Tak sesuai apa yang kukira, mungkin juga yang oranglain perkirakan.
Aku tersandar di keheningan malam, hingga fajar berangsur-angsur tumbuh. Berpikir dan terus menajamkan intuisiku. Aku tampak seperti pembodoh saja, jika harus separah ini mengingat segala tentangmu.
Sudahlah. Aku tak pernah berhasil. Tak pernah bisa menggapaimu, meski aku tetap mencintaimu. Keep wait and see, yang terjadi padamu, padaku, di kemudian hari.
#ftm. Sayangi dirimu. :)
0 Comments:
Post a Comment