-->

Tuesday, June 28, 2016

Yang Kayak Begini Masih Dianggap Teroris?
Cerita singkat ini saya ukir kembali oleh sebab ketidakmengertian saya tentang situasi zaman. Mengapa bisa demikian? Jelas saja, ada semacam anomali yang kemudian memandang perkara yang benar menjadi salah. Sebaliknya, perkara yang salah diapandang benar. Entah, keberlangsungan informasi yang disajikan atas dasar kesengajaan atau tidak, dan mengandung unsur sentimen agama atau tidak??

Sebelumnya, saya ingin berbagi kisah tentang ketika saya menjadi salah satu bagian dari ROHIS (Rohani Islam). Sungguh kenikmatan tak terbayang atas apa yang menyertai diri, melalui wasilah pintu ROHIS. Awal ketertarikan saya pada dunia tarbiyah wa ad dakwah ini semula tatkala saya diajak oleh salah seorang teman sekelas pada suatu kegiatan Islamuna, semacam wisata ruhiyah selama 3 hari di pantai Tanjung Gundul, di wilayah utara Kalimantan Barat. Seingat saya, persisnya pada Juli 2007. Kesempatan bagus bisa menjelajah wilayah pesisir, ditemani debur ombak dan kicau burung yang sangat melankolis.

Tanpa berpikir panjang, saya-pun tak kuasa menolak ajakan itu. Dan alhamdulillah, banyak manfaat yang saya raih, mulai dari jalinan ukhuwah, pentingnya menyayangi sesama, kedisiplinan, muhasabah, hingga bimbingan salat malam saya dapatkan dari tur singkat yang diselenggarakan ROHIS.

Siapa sangka, saya perlahan mulai menikmati dunia ROHIS. Saya mencintai ROHIS. Saya bersyukur pada Allah SWT atas segala bentuk kemudahan dalam menerima kebenaran, dalam menerima ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh mentor (murabbi). Follow up kegiatan Islamuna (Islam Kita) berlanjut, saya mulai rutin belajar Islam sekali sepekan. Kesabaran dan kelembutan murabbi saya, membuat sangat tersentuh dengan dakwah, dengan segala kelezatannya.

Dengan eksistensi  ROHIS yang ada, cuap-cuap negatif selalu saja ada. Dituding teroris-lah, aliran baru-lah, radikal-lah, segala hal yang membuat kuping terasa gerah demikian gencar diluncurkan untuk menahan laju arus dakwah.

Namun Allah punya rencana lain. Ia pasti menolong orang-orang yang menolong agama-Nya.

Jadilah, kelanjutan dari aktifias ROHIS di sekolah kami. Meskipun belum terbentuk begitu formal. FSRM (Forum Studi Remaja Muslim) menjadi wadah berkumpulnya aktifis-aktifis remaja ROHIS dengan serangkaian kegiatan keagamaan. Saya mulai sering mengikuti agenda semisal Diskusi Publik, Penyuluhan Remaja Tentang HIV AIDS, Liqo’ (pertemuan) mingguan, dan masih banyak lagi. Dan salah satu yang palig berkesan adalah, produk media berupa buletin mingguan yang menjadi program andalan ROHIS di sekolah kami, yang mengurai fakta-fakta kerusakan remaja beserta solusi jitu untuk menjadikan generasi muda unggul, namum tetap ‘gaul’. Struktur bahasanya yang renyah mengundang ketertarikan teman-teman diluar ROHIS.

Yang kayak begini masih dianggap teroris?
Kelembutan, kesopanan, apapun yang terkandung dalam akhlaqul karimah baginda nabi, adalah tolok ukur aktifias dakwah ROHIS. Sebab dakwah ini bukan hanya sekedar bicara tentang ilmu-ilmu ibadah mahdah saja, melainkan pula membangun semangat berupa kesadaran yang mendalam tentang betapa pentingnya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan sepenuh-penuh keyakinan, tanpa ada sedikit-pun keraguan didalamnya.

Jujur saya merasakan kebahagiaan terhebat oleh sebab perkenalan dengan dunia ROHIS, dimana kita selalu bergandengan tangan dan merapatkan barisan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Masa lalu saya yang suram-guram, perlahan mulai menepi-atas izin Allah.

Sungguh tidak banyak yang bisa saya tuang melalui seutas kisah ini. Paling tidak saya sudah berusaha membagi cinta kepada siapa saja yang membaca ini, agar kiranya dapat saling bersinergi, menjaga silaturahim, saling melindungi kehormatan. Serta-merta menjadi poin penting bagaimana seharusnya sikap kita sebagai seorang muslim untuk kemudian meng-counter opini negatif yang diluncurkan media-media sekuler-liberal anti Islam.

Baiklah, cerita indah tentang ROHIS berkelanjutan saat saya memasuki jenjang perkuliahan. Masuk ke perguruan tinggi islam (STAIN) ternyata awalnya diluar dugaan saya. Derasnya arus pemikiran yang tidak islami mendominasi ‘kawasan’ kampus.

Disatu sisi saya bangga menjadi mahasiswa, disisi lain saya justru miris melihat keadaan kampus yang jauh dari syariat.   

Pucuk dicinta, ulam-pun tiba. Saya bertemu kak Dani, salah seorang senior di kampus. Dia adalah ketua ROHIS (kampus:LDK) dan juga sebagai mentor kampus. Tiada berapa lama kami berkenalan, kak Dani menerimaku sebagai salah satu bagian dari dakwah kampus. Alhamdulillah.

Saat itu menjelang siang hari. Saat mentari hendak berpijar di ufuk. Saya sangat bahagia bisa kembali bertemu dengan sebuah komunitas yang kondusif, yang mendukung tumbuh-kembang, yang memberikan keteladanan serta persaudaraan yang khas. Pancaran tarbiyah kian melekat dan menanjak.

Yang kayak begini masih dianggap teroris?
Menjadi mahasiswa, kegiatan ROHIS-pun meningkat. Saya ditunjuk sebagai HUMAS (Hubungan Masyarakat) di LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Saya dan teman-teman mendapat amanah yang cukup menantang; punggawa kampus. Ya punggawa kampus.

Rutinitas liqo’ menjadi suatu keharusan, guna mencharge rohani kami yang barangkali tereduksi dengan karat-karat hari. Selain itu, aksi dilapangan juga sering kami lakukan. Syiar “Bebaskan Palestina”, dukung RUU APP, hanyalah sebagian kecil dari berjubel agenda dakwah kampus yang pernah saya lakoni.

Semakin besar aktifitasnya, semakin besar pula tantangannya. Sunnatullah. Aktifis-aktifis rohani kampus kerap saja dipandang sinis, fanatik, sesat, kearab-arab-an, apalagi cemooh yang pernah kita dengar?

Semua menghiasi gendang telinga saya, kami, atau mungkin kita semua. Yang membuat sesak, beberapa waktu belakangan stigma ROHIS menjadi sarang kaderisasi teroris oleh salah satu televisi swasta, betul-betul mengoyak batin kita.

Betapa tidak, dalam ROHIS kita belajar tentang kedamaian, kepatuhan, ketaatan, semangat untuk memperbaiki diri, menjadi generasi rabbani, kepedulian, dan semua hal yang berbicara tentang kebaikan dunia-akhirat.

Yang kayak begini masih dianggap teroris?

Lomba Menulis, Kami Cinta Rohis, Kami Bukan Teroris
Danyputra
IAIN Pontianak

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 Comments:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
DANYPUTRA IP
+62821-5863-2212
Yogyakarta, Indonesia