-->

Tuesday, June 28, 2016

Pacaran ??? Dosa yang Dianggap Biasa
Pacaran… hmmm, kata ini udah ga asing lagi terdengar di telinga kita. Biasanya virus ini kerap kali menjangkiti kalangan ABG (Anak Baru Gede). Mulai dari kenalan, tuker2an nomor hp, ngjakin kencan, nembak, truss jadian dech.(itupun kalo diterima),hehee… ga ketinggalan, kalimat-kalimat gombalpun siap diluncurkan oleh si cow pejuang cinta (masa iya?).. 


Dinda, sungguh Aku menerimamu sepenuh hati 
Dan aku berjanji tug selalu menjagamu 
Walau karang menghadang, derasnya debur ombak, 
bahkan hujan badai meteor sekalipun akan kutaklukkan 
demi cintaku padamu… (wew, dahsyat bgt bsa naklukkin badai meteor, lebih sakti dari Mbah Marijan) 

Kalo panah cntany udh masuk ke jntung prthanan doi alias diterima buat jd pacarnya, die senengnye bukan kepalang. Wajahnya berseri-seri tag seperti biasanya. serasa pgen terbang ke angkasa, meledak-ledak ceria luarr biasa. Akhirnya waktu, pikiran, & tenaga tercurahkan ‘khusus’ buat si doi. Jadi ingt lagunya mba Maya nehh, ”mau makan ku ingat kamu, mau minum ku ingat kamu, mau tidur juga ingat kamu..” (www.lebay.com) Tapi sebaliknya, kalo cintany ditolak…haduuhhh, kasian banget. Semua nafsu bisa ilang karenanya, mulai dari nafsu makan, nafsu tidur, pokoknya semuanya deh. Seolah2 harapan utk hidup telah musnah dilahap si jago merah. Wajahnya pun muram, pucat padam, dan segalanya pun menjadi kelam (wah,kyaknya btuh lilin nih). 

Sobat muda Muslim, mungkin selama ini yg tergambar dibenak kita dalam meng-ekspresikan cinta pra-nikah satu2nya adalah melalui jalan pacaran. VMJ (Virus Merah Jambu) ini sudah bisa dirasakan oleh anak2 usia SMP atw yg biasa kita kenal dengan istilah “cinta monyet”. Di barat, bahkan anak2 seusia Balita-SD juga sudah mulai “diajarkan” kepada mereka. Sungguh ironis bukan?? Pada dasarnya, rasa sayang atw mencintai lawan jenis adl fitrah or anugerah yang diberikan Allah Swt kepada kita. Karena memang, cinta itu merupakan bagian dari naluri yang ada dalam diri manusia. Hanya saja, tentu caranya juga telah ditunjukkan oleh Dzat Yang Menciptakan cinta itu sendiri. Nah, kalo kita ngeliat tingkah laku muda-mudi, dari yg SMA ampe masa2 kuliah jaman sekarang, ga jarang waktu, harta ,pikiran, dan tenaga habis terkuras hanya untuk melakukan aktifitas yg belum jelas arahnya kemana (red. PACARAN). Ada juga yg mengklaim dirinya berpacaran secara Islami (emg ada??), dengan alasan menambah motivasi belajar, latihan komunikasi, sebagai sarana ber”dakwah” serta pembenaran2 lainnya. Benarkah demikian?? Yuk, kita intip lebih lanjut. Let’s cekidot.. 

DATA & FAKTA

Mahluk yang bernama manusia secara umum memiliki 2 macam kebutuhan dalam rangka memenuhi hajat hidupnya. Yang pertama Kebutuhan Jasmani dan yang kedua kebutuhan Naluri. Kebutuhan2 ini bisa Muncul Karena : 1. Adanya fakta yang terindera (melihat tayangan di televisi, lingkungan tempat tinggal dsb) 2. Gambaran dalam benak manusia (khalayan) Naluri Biologis (mencintai), ketika muncul menuntut untuk dipenuhi, kalo ngga kita bakal gelisah. Kita bisa memenuhinya dengan berbagai cara. Bisa dengan menikah, pacaran, berzina, dan sodomi. Pergaulan yang dillakukan secara bebas sperti pada zaman sekarang ini seringkali mengakibatkan “kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”(hehe,mirip sponsor rokok yach?), nih yg bener : Kehamilan diluar nikah, Angka aborsi yang tinggi, Fenomena single parent (ortu tunggal), Penyakit Kelamin (contoh: HIV/aids), Rusaknya institusi keluarga dll (nah lho…). 

WHO memperkirakan sekitar 4,2 juta pengguguran kandungan secara paksa dilakukan setiap tahun di asia tenggara, perinciannya 1,3 di vietnam dan singapura, antara 750.000 sampai 1.5 juta di indonesia, antara 155.000 sampai 750.000 di filipina, serta antara 300.000 sampai 900.000 di thailand. Dan dalam dua tahun terakhir diperkirakan jumlah wanita yang melakukan aborsi sebanyak dua juta orang, diantaranya 750.000 remaja belum menikah. (sabili, 19 maret 2000). Belum lagi di Inggris misalnya, sekitar 70% anak yg baru lahir tidak diketahui siapa ayahnya. Naudzubillah min dzalik. 

Dari realita diatas, sebagian besar kejadian tak sedap tersebut berawal dari aktifitas yg kita sebut dengan istilah pacaran. Meskipun si cow atw cewnya rajin ibadah (sholat, puasa dsb), klo udah msuk ke lubang hitam kaea pacaran (biasanya berkedok ta’arufan,pdhl belon siap meminang palagi wat merit), maka dia pasti akan tercebur juga, minimal berbuat mendekati zina dengan berkhalwat (dua2an) dan berikhtilath (bercampur baur). 

SOLUSI ISLAM 

Sobat Muda Muslim, sebagai orang Islam (jgn ampe di KTP doank yach, mirip bang Madit Musyawaroh ntar,hhe) kita mesti memahami ajaran lurus ini yg telah disampaikan oleh Allah Swt kepada kita melalui RasulNya. Serangan budaya dari barat yg begitu dahsyat ibarat api yg membakar, secara terus menerus memberangus lahan khazanah peradaban kita yg mulia. Sebagian besar tayangan2 di televisi misalnya, yg ‘mendidik’ kita untuk bergaul bebas dan pada akhirnya kehidupan kita menjadi persis sama dengan apa yg kita tonton dari layar kotak tersebut. 

Program ‘cuci otak’ yg dilakukan oleh Barat (melalui media cetak & elektronik) terhadap kita selama ini, seperti sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) lambat laun membuat kita lalai dan enggan mempelajari dan mengamalkan Islam (red;banyak anak remaja muslimah yg tidak menutup aurat. Betul,betul,betul???). Lebih lagi tatkala berbagai media menuduh Islam dan ajarannya dengan istilah-istilah ngawur spt, radikalisme, terorisme, islam mengekang, jilbab dan kerudung ketinggalan zaman de el el lah pokok e. Padahal justru mereka (AS dan sekutunya) lah yg menjadi biang teroris dunia. Betapa tidak, jutaan manusia tak bersalah di Afganistan, Irak, Palestina, Chechnya, dan negri2 muslim lainnya tewas dibunuh secara mengenaskan. Mayoritas dari mereka yg terbunuh adl warga sipil, diantaranya perempuan dan anak-anak (gila,kejam bgt bukan??). Ditambah perlakuan tidak manusiawi mereka terhadap saudari2 muslimah kita di penjara Abu Ghaib. Kehormatan mereka dilecehkan bahkan nyawa mereka seolah tidak ada harganya. (www.prihatin.com) Dalam pandangan barat, kemolekan tubuh perempuan dianggap sebagai ‘mesin uang’ dan sangat laku untuk ‘dijual’ (maav ya??). Aurat tidak boleh ditutup, karena menurut mereka itu merupakan kemunduran (jadul). Karenanya sobat, ga aneh kalo kaum hawa saat ini menjadi obyek pornografi-pornoaksi. Harga diri dijual demi mendapatkan harta/uang. Bukankah ini merendahkan derajat perempuan???. Ibarat pepatah mengatakan, “besar pasak daripada tiang” (nyambung ga yaa??). 

By d’way, sebaliknya Islamlah yg memuliakan kita dengan melarang perbuatan2 yg kaga memanusiakan kita sebagai manusia (www.mikir.or.id), Yakni memberikan larangan dan hukuman tegas bagi pelaku zina, yg berawal dari pacaran (berdua2an via sms, telp or ketemu langsung), menjaga pandangan, dan mewajibkan kita untuk menutup aurat dengan mengenakan jilbab dan kerudung bagi para cew (Q.S An-nuur:31). Selain itu, Islam melarang perempuan bertabarruj (bersolek yg berlebihan), melarang Ikhtilat (berdua2an co & ce bkn mahram), melarang berkhalwat (gaul bebas,bercampur baur ce-co), dorongan untuk segera menikah, dan bila belum mampu menikah, berpuasa atau melakukan kegiatan positif lainnya (membantu orangtua, belajar, olahraga, menulis, de el el). Aturan yg luar biasa ini semua juga demi kebaikan diri kita, untuk menjaga kehormatan individu, srta harkat dan martabat bangsa. (www.sokpatriotis.com) Allah SWT berfirman, yang artinya : “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al Isra:32) Rasulullah SAW bersabda, “tidak halal wanita yang mengimani Allah dan Hari Akhir melakukan perjalanan sehari semalam, kecuali disertai mahram.” Juga dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “janganlah seorang pria berkhalwat (berdua-duaan dengan wanita), kecuali disertai mahramnya, karena sesungguhnya pihak yg ketiga adalah syaitan.” 

Sebagai pemuda/i Muslim, kita kudu menjadikan syariah Islam sebagai tolok ukur dalam berpikir dan bertindak (halal-haram), bukan hanya berdasarkan manfaat belaka. Narkotika, gaul bebas, minuman keras, niru2 lifestylenya artis mgkn jg ada manfaatnya, tapi belum tentu menurut syariah (Al-Qu’ran dan As-Sunnah) itu baik dan bermanfaat. So, semua tatacara kehidupan kita, mulai dari shalat, puasa, zakat, haji, jihad, pergaulan/budaya/sosial, politik, ekonomi, peradilan/hukum dll telah diatur dalam agama kita karena Islam merupakan agama yg syamil dan kamil (bukan Syaful Jamil, tapi sempurna dan paripurna). Ga percaya, lets cekidot Q.S Al-Maidah [5] : 3. Bisa dibayangin klo pas maen bola or di lalu lintas engga ada aturannya, pastinya semua bakal kacau balau gan. 

Akhirnya sobat, yuk kita bersama-sama menjadi remaja or muda-mudi yg shaleh/ah, tangguh, cerdas (berpikir dan berbuat dg standar Islam), & kreatif. Jgn malah jd remaja-remaji yg cemen mikirnya cinta-cinta-pacaran-pacaran mulu ga putus2. Toh, itu semua budaya barat yg negatif en ga perlu kita ambil, sementara tekhnologinya yg boleh diambil justru dimanfaatkan utk hal yg kaga2. Be yourself, be a best Muslim. Masa sih kita terus jd bebek yg kerjanya Cuma ikut2an, ya kan??? Pacaran bukanlah dosa yang dianggap biasa. Lebih dari itu, ia adalah dosa yg luarr biasa. Buat yg udh terlanjur pacaran, segeralah memutuskan sebelum kamu diputusin. Hhhe. Jangan sampai deh masa depan kita terhambat cuma gara2 perkara yg satu ini. Jaga kehormatan kamu, jgn mdh terpesona oleh puja-puji ntu cow or rayuan maut cew yg ngajakin jadian. Cuz klo trjd ap2 gImana, bisa bahaya! ingat pesan bang napi, “kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat tapi juga krna ada kesempatan. WASPADALAH2..” SEGERA TINGGALKAN PACARAN selagi hayat masih dikandung badan. Jadikan Islam sebagai pedoman bagi kehidupan. Siap gan?? Wallahu ‘alam bi ash shawab

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 Comments:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
DANYPUTRA IP
+62821-5863-2212
Yogyakarta, Indonesia