-->

Tuesday, June 28, 2016

Ketika Sang Saka Tak Lagi Perkasa
Bendera merah putih terbesar dibentang dengan ‘gagah’ oleh gerakan pramuka di perairan Ja-tim. Uniknya, aksi pengibaran ‘sang saka’ berukuran 1000 m² (meter persegi) dilakukan di dalam air. Menurut beberapa sumber, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalisme bagi generasi penerus.

Wajar jika simbol kenegaraan negeri ini berdiri ‘gagah’ di kedalaman air (baca;laut), pertanda betapa kondisi bumi pertiwi yang semakin tenggelam. Bagaimana tidak, dari tahun ke tahun persoalan bangsa tak kunjung terselesaikan. Kemiskinan, kebodohan, kriminalitas, & kerusakan moral semisal korupsi dan praktek prostitusi yang menjadi ‘tontonan sehari-hari’, nyaris membuat kita jengah dan putus asa. Belum lagi SDA alam yang dikuasai asing, seperti tambang emas terbesar di Papua, yang sudah sekian tahun dicaplok oleh freeport, ditambah mahal dan langkanya BBM karena sebagian besar hasil alam bumi indonesia yang kaya ini berpindah tangan alias juga dikuasai asing.

Sebagai insan muslim yang mencita-citakan perubahan, kita tak perlu bersedih karena ‘sang saka’ itu akan kembali terbit dan menanjak ke permukaan seperti sediakala, namun dengan rupa yang berbeda, yakni bendera Baginda Rasulullah saw yang bertuliskan kalimat tauhid, Lailaha illa Allah Muhammad ar Rasulullah, sebagaimana yang telah beliau sabdakan 14 abad lalu, bahwasanya akan tegak kembali Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI), yang tegak lurus menerapkan aturan Islam secara menyeluruh (Kaffah) di dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga peristiwa-peristiwa memilukan di atas tak lagi terjadi. Insya Allah. 

"Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam."

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 Comments:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
DANYPUTRA IP
+62821-5863-2212
Yogyakarta, Indonesia